Pantai Tanjung Layar

0
Pantai Tanjung Layar

Alamat: Pesona Sawarna Komplek Tanjung Layar Blok Ciantir, Sawarna, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten 42393

Pantai Tanjung Layar merupakan ikon wisata Pantai Sawarna. Rasanya akan ada yang kurang jika liburan kesini namun tidak mengunjungi pantai dengan dua karang besar mirip layar ini.

Setiap akhir pekan pantai ini selalu banyak dikunjungi wisatawan lokal dan luar kota, yang jadi daya tarik adalah keindahan dari pemandangannya.

Datanglah saat pagi atau sore hari, pengunjung bisa berjalan mendekati dua karang ini untuk berswafoto saat air laut surut.

Harga Tiket Masuk

Hargar tiket masuk Pantai Tanjung Layar cukup murah, yaitu Rp.5000 per orang. Biaya tersebut sudah termasuk biaya masuk pantai lainnya, seperti Pantai Ciantir dan Pantai Gua Langir.

Tiket tersebut hanya merupakan tiket masuk pantai, belum termasuk peralatan aktivitas seperti tikar, makanan dan minuman, pelampung serta lain sebagainya.

Peting untuk diketahui, Pantai Tanjung Layar tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, jadi untuk mobil harus parkir sebelum jembatan gantung masuk wisata.

Untuk biaya parkir tergantung lama berkunjung, jika kita bermalam bisa sampai Rp20.000 s/d Rp25.000. Namun, jika kita hanya berkunjung sebentar hanya akan kena biaya sebesar Rp5.000.

Rute Menuju Lokasi

Pantai Tanjung layar ini bisa ditempuh dari Jakarta dengan waktu masuk kurang lebih 5,5 jam. Kita bisa melalui tol Jakarta Merak, lalu keluar menuju arah sukabumi.  Setelah itu Kita bisa ambil jalur arah pandeglang hingga bertemu dengan desa sawarna.

Atau anda bisa melalui jalur Cijeruk dan Cibadak yang nantinya akan bertemu di Pelabuhanratu, lalu ambil Arah Cisolok maka anda tidak jauh lagi dari desa sawarna.

Untuk jelasnya bisa menggunakan rute berikut.

Dari Ibukota Jakarta

Jika keberangkatan dimulai dari Jakarta, maka wisatawan bisa menggunakan beberapa pilihan rute berikut.

Jalur Timur

Jika dari Jakarta akan menggunakan jalur timur, maka akan melewati Bogor. Menggunakan jalur ini memang lebih cepat. Namun kondisi jalannya cukup curam, banyak tanjakan, turunan dan belokan, khususnya jika menggunakan jalan Cikidang.

Berikut beberapa pilihan rute yang bisa digunakan jika menggunakan jalur timur dari Jakarta.

  • Jakarta ⇒ Ciawi, Bogor ⇒ Cibadak ⇒ Pelabuhan Ratu ⇒ Cisolok ⇒ Sawarna
  • Jakarta ⇒ Ciawi, Bogor ⇒ Cikidang ⇒ Pelabuhan Ratu ⇒ Cisolok ⇒ Sawarna
  • Jakarta ⇒ Bogor ⇒ Cijeruk ⇒ Cikidang/Cibadak ⇒ Pelabuhan Ratu ⇒ Cisolok ⇒ Sawarna

Jalur Barat

Jika dari Jakarta menggunakan jalur barat, maka bisa memilih lewat Serang, Rangkasbitung atau Cilegon. Menggunakan jalur barat memang memakan waktu lebih lama. Namun jalan kondisi jalan jalur ini cukup bagus dan stabil.

Berikut beberapa pilihan rute yang bisa digunakan jika menggunakan jalur barat dari Jakarta ke Sawarna.

  • Jakarta ⇒ Serang ⇒ Pandeglang ⇒ Saketi ⇒ Malingping ⇒ Bayah ⇒ Sawarna
  • Jakarta ⇒ Rangkasbitung ⇒ Gunung Kencana ⇒ Malingping ⇒ Bayah ⇒ Sawarna
  • Jakarta ⇒ Cilegon ⇒ Anyer ⇒ Labuan ⇒ Malingping ⇒ Bayah ⇒ Sawarna

Dari Bandung

Jika keberangkatan dimulai dari sekitaran Bandung, maka bisa menggunakan rute yang umum digunakan wisatawan berikut.

  • Bandung ⇒ Cianjur ⇒ Sukabumi ⇒ Cibadak ⇒ Pelabuhan Ratu ⇒ Cisolok ⇒ Sawarna

Jalan untuk menuju desa Sawrna ini cukup berkelok, Anda akan sampai pada Pantai Tanjung layar setelah menemukan pantai dengan karang berbentuk layar di komplek desa sawarna Kec.Bayah ini.

Aktivitas Pantai

Ketika Anda mengunjungi Pantai Tanjung layar ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Namun tetaplah berhati-hati dalam melakukan aktivitas dan tetaplah patuhi aturan agar Anda tetap aman.

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini.

1. Berenang

Hal pertama yang dapat dilakukan di Pantai Tanjung Layar adalah berenang, namun bila Anda berenang di pantai ini tetaplah berada paa radius yang aman dari bibir pantai.

Karena Pantai Tanjung Layar ini memiliki ombak yang cukup besar, sehingga bila tidak waspada bisa-bisa nanti terjadi hal yang tidak diinginkan.

2. Bermain Pasir

Dari beberapa pantai yang ada di kawasan Desa Sawarna, Pantai Tanjung Layar termasuk salah satu pantai yang cocok untuk rekreasi keluarga. Selain memiliki ombak yang besar, keadaan di pantai ini lebih condong berpasir.

Lahan pasir ini bisa dimanfaatkan untuk bermain pasir, seperti membuat istana pasir bersama keluarga. Tentulah sangat menyenangkan bila melakukanya bersama keluarga.

3. Berselancar

Ombak yang deras, angin yang kencang membuat pantai tanjung layar menjadi pilihan bagi para pecinta olahraga selancar. Dengan ombaknya yang besar pantai ini sangat mendukung keadaan para peselancar.

4. Berfoto di Karang

Saat ini aktivitas berfoto menjadi hal yang trend di masyarakat, tidak mau kalah Pantai Tanjung Layar juga memiliki spot foto yang ciamik. Salah satunya pada karang yang berbentuk seperti Layar.

Atau diantara bebatuan karang indah lainya. Namun karena karang yang cukup licin serta ombak yang deras tetaplah berhati-hati dalam berfoto.

5. Camping

Pantai Tanjung Layar juga sering digunakan sebagai Area camping, Karena memiliki hamparan pasir yang besar serta diiringi oleh semilir angina, sangat cocok menjadikan Pantai ini sebagai arena camping.

6. Melihat Sunrise

Bila Anda mengunjungi pantai ini pada sore hari, maka itu adalah waktu yang pas untuk melihat sunrise. Anda dapat menyaksikan Sunrise pada pantai ini.

Penginapan

Di daerah desa sawarna, terdapat beberapa pilihan penginapan seperti hotel, guest house ataupun villa. Letaknya tidak jauh dari lokasi pantai, harganya pun beragam. Untuk hotel dan guset house berkisar 200-300 ribuan per kamar. Untuk villa ada yang 600rb hingga 2 juta per malamnya. Semua itu tergantung dengan fasilitas serta kenyamanan setiap kamarnya.

Sejarah dan Mitos

Sejarah Tanjung Layar

Pada masa Belanda masih menjajah, daerah Tanjung Layar dikenal dengan sebuatan Java’s Eerste Punt yang artinya “Ujung pertama Pulau Jawa”.Sejarah tentang Pantai Tanjung Layar juga diceritakan dalam Babad Sunda dan Legenda (dongeng) pesisir selatan.

Mitos Sangkuriang

Mitos yang beredar di masyarakat lokal, kedua karang raksasa yang menyerupai layar itu konon merupakan jelmaan dari dua buah kekuatan yang kelak dijadikan kapal oleh Sangkuriang.

Pada saat Sangkuriang akan melangsungkan pernikahan dengan Dayang Sumbi yang tak lain merupakan ibu kandungnya sendiri, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu membuat sebuah perahu dalam satu malam dan hampir selesai.

Muncul kecemasan dalam hati Dayang Sumbi ketika mengetahui perahu yang dibuat Sangkuriang sebentar lagi selesai. Dia harus menggagalkan, agar pernikahan dengan anak kandungnya itu tidak terlaksana. Dia pun memohon pertolongan dari para Dewa.

Setelah selesai berdoa, Dayang Sumbi mendapatkan petunjuk untuk menggalkan semua pekerjaan Sangkuriang. Dayang Sumbi lantas menebarkan boeh rarang (kain putih hasil tenunan). Dia juga memkasa ayam jantan berkokok disaat waktu masih malam. Para makhluk halus yang membantu pembuatan perahu sangat ketakutan ketika mengetahui fajar telah tiba. Mereka berlari dan menghilang kesegala penjuru. Mereka meninggalkan pekerjaannya membuat danau dan perahu yang belum selesai.

Saat mengetahui pekerjaan di gagalkan Dayang Sumbi, diamuklah semua peralatan kapal termasuk kedua layar tersebut. Di kisahkan bahwa kapal tersebut ditendang kesebelah utara dan menjadi Tangkuban Perahu. Sedangkan layarnya ditendang ke sebelah selatan yang kemudian sekarang dikenal dengan Tanjung Layar.

Mitos Kabayan

Selain legenda tentang Sangkuriang, di sekitar Tanjung layar juga terdapat sebuah karang yang berbentuk pijakan kaki. Karang tersebut dinamakan jejak kaki Kabayan (Tokoh Sunda), sobat bisa cek tokoh Kabayan.

Berita sebelumyaPantai Ciantir
Berita berikutnyaGoa Lalay
Informasi wisata, penginapan, villa, resort, dan homestay Sawarna
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here